logo-01.png
kupu kupu 2-01.png

Cerita ES, Warga Binaan LPP Tangerang Pengidap Kanker yang Bangkit untuk Pulih

hands-with-violet-ribbon-wooden-background.jpg

Setiap tanggal 4 Februari, masyarakat dunia memperingati Hari Kanker Sedunia. Di Indonesia, kanker menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler.

Secara statistik, mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia berada pada urutan 8 di Asia Tenggara dan urutan ke-23 di Asia. Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker. Namun upaya itu perlu mendapatkan dukungan masif dari semua pihak, pemerintah, swasta dan masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia.

Salah satu kelompok penyintas kanker juga ada di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia. Second Chance Foundation berkesempatan berbincang-bincang secara daring dengan warga binaan perempuan berinisial ES, yang sedang menjalani vonis di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini menjalani masa hukuman sejak tahun 2017 silam untuk masa vonis lima tahun delapan bulan. ES harus terjerat kasus narkotika lantaran kondisi ekonominya yang sedang kritis. Saat itu, ES kesulitan membiayai kontrakan dan pendidikan tiga anaknya yang sedang sekolah. Tergiur dengan tawaran untuk mendapatkan uang dengan cepat melalui transaksi narkoba, ES ditangkap aparat penegak hukum pada tahun 2016.

Pada saat pertama kali masuk ke dalam lapas, ES membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi karena ia ingin mempelajari berbagai karakter orang-orang yang ada di dalam lapas untuk memastikan ia bisa menyesuaikan diri dengan baik.

“Karena kan mereka ini banyak ya, nanti ada yang bebas, terus ada yang masuk, jadi kita kan ketemu dengan mereka-mereka dengan karakter yang berbeda-beda. Dengan sendirinya saya harus belajar mengikuti arusnya seperti apa. Alhamdulillah saya sama teman-teman di sini enggak pernah bermasalah ya,” ungkapnya, Jumat (2/2/2022).

woman-with-skin-cancer-looking-mirror.jpg

Ia pun mengisi waktunya dengan mengikuti kegiatan pengajian di masjid lapas dan menyalurkan hobi menyanyinya.

Pada sekitar tahun 2019, ES menjalani pemeriksaan medis tahap awal dan tim medis menyimpulkan adanya tumor di sekitar bagian otot perut ES.  Sekitar tahun 2020, ES melanjutkan sesi pemeriksaan dan tim medis melihat tumor yang ada di diri ES menjadi tumor ganas. ES pun disarankan menjalani sesi kemoterapi pada sekitar tahun 2021.

“Di dalam kemo itu hasilnya kena kanker. Saya kaget, saya tidak percaya saya kena kanker, stadium 4. Karena tadinya awalnya tumor kan, berjalan seiring waktu ya karena ganas ya,” ungkap dia.

Sejak saat itu ES berjuang untuk bangkit dan pulih. Ketiga anaknya adalah motivasinya untuk tetap semangat berjuang melawan penyakitnya. Dukungan penuh juga datang dari jajaran pejabat dan petugas serta teman-teman warga binaan di lapas.

close-up-hand-with-purple-ribbon-stethoscope.jpg

“Mereka juga support saya, menyemangati saya supaya jangan lengah dan juga enggak boleh kalah. Terus berjuang dan semangat menghadapi ini,” ujarnya sembari terbata-bata karena rasa haru akan dukungan dari berbagai pihak.

Secara khusus, petugas lapas mendukungnya untuk pulih dengan keyakinan ES harus bertemu dan kembali ke tiga anaknya saat bebas nanti. Sebab, saat ini ES juga sedang menunggu Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat  agar bisa melakukan pengobatan lebih leluasa.

Ia berharap setelah keluar nanti bisa menjalani prosedur medis lanjutan terkait penyakit yang ada di tubuhnya. Oleh karena itu ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak karena ia meyakini biaya tindakan medis lanjutan yang dilakukan membutuhkan biaya yang tak sedikit.

“Saya berharap juga untuk teman-teman yang penyakitnya seperti saya, saya mengidap kanker, tapi saya berjuang. Saya ingin sembuh dan saya lawan penyakit saya. Saya berusaha berpikir positif karena anak-anak saya, saya harus sembuh. Kalian jangan lemah, dan jangan takut. Saya yakin semuanya itu ada obatnya dan semuanya itu berasal juga dari pikiran. Kalau pikiran positif insya Allah pasti Allah akan melindungi kita dan akan mengangkat penyakit kita,” harap ES.

OUR CONTACTS

icon contact-01.png

The East Tower lt. 33

Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No. 2 

RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

icon contact 2-01.png

+62 21 579 00701

icon contact 3-01.png
  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram